Seiring kemajuan teknologi, hal ini seringkali membawa manfaat tambahan seperti penghematan waktu, peningkatan produktivitas, pengurangan biaya, peningkatan kualitas, penyelesaian proyek yang lebih cepat, dan hasil akhir yang lebih baik. Kini, di paruh pertama tahun 2023, berbagai prediksi untuk tahun ini mulai terungkap di industri pengelasan, termasuk di bidang pendidikan, inovasi profesional, dan teknologi. Banyak manfaat yang bisa diraih, namun manfaat tersebut seringkali hanya dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki kecenderungan untuk berinovasi. Banyak yang akan berkata “jangan perbaiki apa yang tidak rusak”, namun merekalah yang tertinggal.
Dengan bekal pengetahuan ini, berikut adalah beberapa wawasan mengenai tren teknologi pengelasan yang telah berkembang pesat pada tahun 2022, serta gambaran mengenai teknologi apa yang tampaknya paling berpeluang mendominasi masa depan.
Pengelasan Busur Tingkat Lanjut
Para tukang las profesional tahu bahwa pengelasan busur pada dasarnya adalah proses penggunaan arus listrik untuk menyatukan dua logam. Panas yang dihasilkan melelehkan logam pengisi yang membentuk busur listrik dan menghasilkan ikatan metalurgi yang kokoh. Proses ini melibatkan penggunaan dua atau tiga jenis logam yang berbeda, sehingga menghasilkan kekuatan yang tinggi; itulah sebabnya pengelasan ini sangat penting dalam bidang teknik dirgantara dan otomotif. Selain itu, pengelasan busur tingkat lanjut dikenal memiliki ketahanan terhadap korosi, sehingga sangat cocok untuk pekerjaan pengelasan di bidang kimia, nuklir, dan bahan beracun.
Realitas Tertambah (AR) dan Realitas Virtual (VR)
Selamat datang di era baru pengelasan. Para calon tukang las kini dapat memanfaatkan realitas tertambah (AR) untuk keperluan pelatihan, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih visual, menarik, dan mendidik. Pengelasan berbasis AR juga mengurangi biaya bahan habis pakai, meminimalkan risiko, dan memungkinkan instruktur melatih lebih banyak calon tukang las secara bersamaan. Tak heran jika teknologi ini digunakan untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja terampil di bidang pengelasan
Meskipun banyak yang salah mengira bahwa AR dan VR adalah hal yang sama, terdapat beberapa perbedaan penting antara Pengelasan VR dan Pengelasan AR. Virtual Reality membawa pengguna ke dunia yang 100% dihasilkan oleh komputer dan menyediakan lingkungan di mana seseorang dapat berpura-pura melakukan pengelasan. Pengalaman ini mirip dengan bermain video game. Augmented Reality memungkinkan pengguna untuk masuk ke lingkungan nyata, menyentuh dan merasakan benda nyata, serta “memperluas” benda tersebut menjadi bentuk baru, sehingga mengubah penampilannya secara realistis.
Dalam konteks pengelasan, AR memungkinkan seorang siswa pengelasan untuk menggunakan potongan berbahan plastik dan berinteraksi dengannya, sementara potongan tersebut berperilaku layaknya potongan baja karbon, baja tahan karat, atau aluminium saat dilas. Selain itu, pengelasan dengan Augmented Reality (AR) menawarkan pengalaman yang paling mendekati kenyataan, sehingga peserta pelatihan pengelasan dapat melihat dan merasakan lingkungan pengelasan di dunia nyata dengan menggunakan peralatan pengelasan asli, seperti topeng pengelasan dan obor pengelasan yang sesungguhnya, sehingga meningkatkan pengalaman dan proses pembelajaran.
Pengelasan Robotik
Apakah mungkin membicarakan teknologi masa depan tanpa membahas robotika? Tentu saja tidak. Ketika istilah ‘pengelasan robotik’ digunakan, ini bukan merujuk pada obor las yang digunakan oleh salah satu robot humanoid yang baru-baru ini diumumkan oleh Tesla, melainkan kebutuhan akan kemajuan teknologi Industri 4.0. Industri 4.0, atau Revolusi Industri Keempat, berfokus pada perubahan cara otomatisasi produksi manufaktur melalui penggunaan teknologi cerdas untuk menciptakan rantai pasokan yang lebih tangguh dan ekonomi sirkular (baca lebih lanjut).
Dengan pemanfaatan machine learning, penglihatan komputer, sensor, robotika, komputasi awan, dan jaringan 5G, standar kemampuan pengelasan terprogram telah ditingkatkan secara signifikan. Teknologi canggih, serta perkembangan Internet of Things (IoT), akan membawa interkonektivitas dan teknologi cerdas ke tingkat yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Bagi industri pengelasan, hal ini berarti data yang lebih baik, manufaktur yang fleksibel, kualitas yang mendekati sempurna, serta pelaporan dan dokumentasi yang lebih akurat.
Pelatihan Pengelasan yang Disesuaikan
Pelatihan ulang bagi para tukang las merupakan tugas yang sangat penting bagi perusahaan industri yang mengandalkan tukang las profesional dan berpengalaman dalam proses produksinya. Sangatlah penting untuk memastikan mereka selalu mengikuti tren terkini serta memahami perkembangan terbaru yang relevan dengan tugas-tugas spesifik mereka. Perusahaan tidak hanya membutuhkan tukang las yang berpengalaman, tetapi juga tukang las yang menguasai teknik pengelasan khusus yang dibutuhkan untuk industri dan produk mereka.
Hal ini sangat penting bagi perusahaan mengingat biaya yang timbul akibat kesalahan pengelasan, baik dalam hal pengeluaran bahan habis pakai maupun penurunan produktivitas. Teknologi baru seperti Augmented Reality dan pencetakan 3D telah mengatasi masalah ini secara langsung. Kini, sambungan las tertentu beserta seluruh persyaratannya dapat direplikasi dalam Augmented Reality, sehingga para tukang las dapat berlatih melakukan tugas-tugas khusus industri sebelum beralih ke praktik nyata.
Pengelasan Laser
Pengelasan Sinar Laser (LBW) adalah metode pengelasan yang memanfaatkan sumber panas terkonsentrasi untuk menghasilkan sambungan las yang sempit dan dalam; metode ini memiliki daya penetrasi yang sangat tinggi. LBW merupakan metode inovatif yang menghilangkan kebutuhan akan bahan pengisi dan memungkinkan bahan yang dilas memiliki ikatan yang lebih kuat. Proses ini memungkinkan dilakukannya pengelasan konduksi, konduksi-penetrasi, dan pengelasan lubang kunci. Pengelasan laser juga merupakan proses non-kontak, di mana energi terkonsentrasi dari laser memungkinkan logam memanas lebih cepat pada jalur yang telah diprogram sebelumnya.
Pengelasan laser memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi perusahaan teknik dalam mengolah logam paduan tinggi yang lebih tipis berkat akurasi dan kualitas hasil akhirnya, sehingga sangat cocok untuk industri elektronik dan bahkan perhiasan. Namun, terdapat beberapa tantangan dan keterbatasan dalam pengelasan laser, misalnya saat mengelas logam tebal. Jumlah energi yang dibutuhkan dalam pengaturan laboratorium diperkirakan mencapai 100 kW, yang dapat mengelas 50 mm dalam satu kali proses. Namun, biasanya daya yang dihasilkan jauh lebih rendah. Proses ini membutuhkan tukang las yang berpengalaman dan terlatih serta penelitian, pengembangan, dan pelatihan yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Banyak perkembangan teknologi yang mengesankan di bidang pengelasan kini telah tersedia dan digunakan secara luas; artikel ini baru menyentuh permukaannya saja. Terdapat tingkat presisi dan kontrol mikroskopis yang mungkin dianggap mustahil dicapai oleh para tukang las 50 tahun yang lalu. Setiap lima tahun, industri pengelasan mengalami lompatan kemajuan. Kini, berkat teknologi digital yang membawa perubahan besar—baik secara teoritis maupun praktis—serta kemajuan dalam pelatihan pengelasan menggunakan AR dan VR, industri pengelasan niscaya akan terus berkembang lebih jauh dan lebih cepat.
Artinya, kita dapat membayangkan masa depan di mana proyek-proyek dapat diselesaikan dengan lebih cepat, lebih murah, dan dengan risiko yang lebih rendah. Teknologi dapat dan akan dimanfaatkan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan, sehingga para tukang las yang terlatih dapat segera ditempatkan di lapangan kerja, yang tidak hanya menguntungkan industri dan para tukang las, tetapi juga dunia.